Ibu….
Ayah….
tulusnya dirimu rawat aku..
saat Belum genap mentari tampak
Sudah kau siap dengan tas jinjing
sederhana warna hitam pilihanmu
Demi rumput hijau untukku
Kau rela peluh kotori baju
dinasmu
Namun..
Mengapa aku sering bantah
Jika kau suruhku belikan sesuatu
Sering kutunda perintah
perintahmu
Wahai penguasa jagad
Tidakkah kau malu punya hamba
seperti aku
Yang Seringkali buat orang tua
kecewa berarti
Begitu menggunungnya dosaku
padamu
Ibu….
Ayah….
Maafkan daku yang tak pernah mengerti
dikau
Tanpamu bukan ku manusia
Aku bosan dengan dosa karena
dikau..
*Surabaya 19 10 2012
Yusuf nur rohman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar