Rabu, 14 Agustus 2013

UNTUK IBUK!!!


Dunia ini sudah renta buk!
Dunia sempat mengajak aku mengendap-endap dalam gemerlap siang bahkan malam. Ketika aku sampai di dalam lubang semut ia bicara padaku. “nak, aku nitip kado buat ibumu” (beringsut menjauh). Mataku belum rabun, masih jelas tulisan yang menyerupai cekeremes alias tidak beraturan tersebut terbcaa rapi olehku. “KADO ULANG TAHUNMU”. Sontak semua pekerja kupaksa memainkan belahan otak bagian manapun dalam tengkorakku. “Hai DUNIA” lantang suaraku menyusul lancang.  “begitu indah bila kau kusebut GOBLOK”. Saking kerasnya suaraku, setiap bagian dari suaraku menelusup satu-satu menabuh gendang telinga ibukku. “yus, opo maksudmu le??”. Kujawab atau tidak??. Aku sadar, tapi jelas terasa bahwasannya dunia lebih berha menguasai diriku kala itu. Ragaku dipakai semena-mena. Tanganku bergerak sendirinya menyerahkan kado, mulut menyebut pemberi.
Sore mengudara, melambai penuh siasat. Selesai sudah panggilan surga kutemui yang kala itu bertepatan dengan indah bermekaran sinar bintang. Aku pulang.
Kini aku sudah berada di depan daun pintu warna kuning gelap bagian samping rumah. Erangan apa ini??. Kunikmati sebentar dengan mengernyitkan dahi, kulit dahi mengkerut bak kuperas sampai keringat dingin menetes pelan membasahi saluran nafas hingga sedu sesak dalam dada. Berangsur mulai tak beraturan intensitas denyut jantungku. Berkecamuk segala bentuk buah fikiran negatif meracuni setiap hal dalam tubuhku.
Sungguh kado yang mengesankan bagiku meskipun pada dasarnya tidak diperuntukkan padaku. Begitupun terjadi pada setiap tetangga yang berdatangan melihat kado penuh luka didalamnya.
Sudahlah buk, ini memang sudah waktunya. Aku tahu pasti terlalu sia-sia bila harus menyeka air matamu sekarang, karena masih banyak air mata-air mata lain dari lensa mata dengan ketidak tegaan. Memang dunia sudah renta.

1 komentar: