Minggu, 06 Oktober 2013

Kisah Hujan di Perjalanan

Langit-langit menghitam bukan malam

Terduduk diatas awan kota



Angin sore lalu lalang tak kenal diam

senja datang berbalut mendung



Kutoleh genangan hujan yang kuinjak, kudapati

2 manusia yang ketika salah satunya takut untuk terpeleset dari tempat duduknya

lantas mereka saling bergandeng



Saling colek

Saling senyum



Bulir-bulir air dari langit berdentum mengeja waktu

yang sudah dijadikan album kenangan.



Sampai kapan kita?

Tunggu dulu! sampaikan cintaku

Kepada sore aku duduk bersamanya
bersanding bunga kenanga
lepaskan lampion-lampion cinta.
Kepada malam aku bercerita tentang mimpi selama kita masih bersama.
Bersama pagi aku diingatkan kalau beliau sudah tiada!

Lalu,
kepada aku, aku bercerita sewaktu tiba hari disaat aku menebar bunga
selanjutnya, aku bercerita tentang sewaktu bulir air mata tanpa sengaja menetes begitu saja
tidak lupa pula aku bercerita bahwa kemarin dari masjid tentang sebuah kata "innalillahi wainna ilaihi rojiun"

Timang-timang bulanku sayang..
Jangan tidur dulu sebelum kau sampaikan cuplikan cerita cinta padanya yang
sudah tiada.