Langit-langit menghitam bukan malam
Terduduk diatas awan kota
Angin sore lalu lalang tak kenal diam
senja datang berbalut mendung
Kutoleh genangan hujan yang kuinjak, kudapati
2 manusia yang ketika salah satunya takut untuk terpeleset dari tempat duduknya
lantas mereka saling bergandeng
Saling colek
Saling senyum
Bulir-bulir air dari langit berdentum mengeja waktu
yang sudah dijadikan album kenangan.
Sampai kapan kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar