Rabu, 24 September 2014

Ngomong Sendiri

Sadar,
Waktu tak bisa ingkar
mengoyak siang dan malam agar bangun tepat waktu
siang yang berkepribadian pekerja keras
sedang malam yang mengabdikan bagi yang
tubugnya pegal-pegal

Beginilah kombinasi ajaib
Hari-hari yang tak pernah sepi pengunjung
Mati satu, yang tiga baru saja procot
satu hari libur, tiga hari bakal ngaplo

sampai suatu malam aku ingat
juga malam hari yang riuh seperti ini
berjalan pada trotoar yang sepi
apalagi mataku tidak bening lagi
membaca raut mukaku, mataku sudah rabun
bahuku tak sekuat herkules,
tapi sengaja kuberi beban lagi

Bagaimana tidak?
lalu aku harus makan apa?
Sudahlah, waktuku pulang
kepalaku sudah nyut-nyutan

25 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar