Selasa, 02 Desember 2014

Menatap Desember

Hujan turun terus menerus
membunuh seisi kota yang lemah
seperti diriku yang takluk, melihat matamu sembab bercampur angkasa

Air mata dan semesta
sebabnya tidak akan lupa ceritanya.
air mata tidak akan memerah senja
namun bening yang kupilih hingga menembus permata sang jingga

kasihku,
selebihnya telah gembelegar terisak tangis
dan debar jantung berpadu sunyi.

sore-sore yang hujan, 2 Desember 2014

Senin, 01 Desember 2014

Selamat Pagi, Hari

Selamat pagi, hari..
kabarkan semangatmu indah menari di antara
embun beribu menggenang

Ia tak mati-mati, besok pasti tiba dan
kembali lenyap di mata
seperti rindu, tidak takut kejauhan di belaiannya
menjadi abadi, menjadi kabut, persembunyian
bagi segala gundah yang meredam

Meski ia tidak selalu gemericik,
namun ia bangunkanku, membelai dingin dan membayang air.
Sebab ia hadir karena aku tiba untuk menjalani.

pagi hari, 2 Desember 2014