Hujan turun terus menerusmembunuh seisi kota yang lemah
seperti diriku yang takluk, melihat matamu sembab bercampur angkasa
Air mata dan semesta
sebabnya tidak akan lupa ceritanya.
air mata tidak akan memerah senja
namun bening yang kupilih hingga menembus permata sang jingga
kasihku,
selebihnya telah gembelegar terisak tangis
dan debar jantung berpadu sunyi.
sore-sore yang hujan, 2 Desember 2014
