kabarkan semangatmu indah menari di antaraembun beribu menggenang
Ia tak mati-mati, besok pasti tiba dan
kembali lenyap di mata
seperti rindu, tidak takut kejauhan di belaiannya
menjadi abadi, menjadi kabut, persembunyian
bagi segala gundah yang meredam
Meski ia tidak selalu gemericik,
namun ia bangunkanku, membelai dingin dan membayang air.
Sebab ia hadir karena aku tiba untuk menjalani.
pagi hari, 2 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar