Malam menghitam
bersanding tatapan temaram mengapung setengah badan
terjerembab pada dunia tugu pahlawan.
Lantas tak tinggal
diam,
menyingsing fajar
kuletakkan manis
rajutan harapan yang cocok digunakan pada binatang
yang tidak sengaja
telah ada sejak aku terlahir di dunia.
cacing perut
Setidak-tidaknya
masih ada cahaya,
dan
masih kutodongkan pisau pada harapan
sehingga benar aku kembali pada
jalan pulang tanpa kedinginan dan kelaparan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar