Sabtu, 02 November 2013

Serambi Rindu

Purnama meninggi hidung dan jidatmu
bawah etalase pom bensin
kopi panas, emperan terpaku
bersila menyudutkan bayangmu
kukangkangkan jari-jari
menapaki bibir sampai di pipi
menelanjangi mata sampai di jantung
memeluk rindu sampai bertemu..

Jumat, 01 November 2013

Titik-Titik Membingungkan

Ning,
Tampaklah keningmu bersembunyi
Teruntai rumusan-rumusan kecil
melandasi ketidak pastian ini

Ning,
Baumu wangi hahaha
Aku suka menjajaki bekas tapak kakimu
diwajahku
tertera sepoi angin
mengombang-ambingkan maksud
senyummu di otakku
Teruntai kata membakar dingin kota,

Ning,
Sebuah lorong sudah berkata
Mengerlingkan cahaya
Berpendar
Suaraku mengadu
Mengasap hingga ke bulan

Ning,
Jantungku berlarian
Hentakannya begitu kentara di
goyangan pipimu menyudutkan alisku
Ditambah anggur semanis senyummu
Aku terbelalak disaksikan bintang

Ning,
Sekian
Nampak indah terpatri dihidupku

Kediri, 1 November 2013

Sudah Pagi

Bersembul cahaya berawan
Dalam lentera-lentera agung di puncak hidungnya
Mata tajam menyibak dan
Kubertemu cakrawala dalam senyummu

Tangan diayun sembari anak kecil
berlari memegang lolipop bumi sore hari

Senja di pelupuk mata
Keringat memeluk dingin suryakancana
Embun menggelinding menuruni sajak
yang sengaja kutempel di kelopak bunga kamboja

Aku bangun,

Kudapatkan lelaki meronta berkecipak
lautan air mata dalam

241013