Ning,
Tampaklah keningmu bersembunyi
Teruntai rumusan-rumusan kecil
melandasi ketidak pastian ini
Ning,
Baumu wangi hahaha
Aku suka menjajaki bekas tapak kakimu
diwajahku
tertera sepoi angin
mengombang-ambingkan maksud
senyummu di otakku
Teruntai kata membakar dingin kota,
Ning,
Sebuah lorong sudah berkata
Mengerlingkan cahaya
Berpendar
Suaraku mengadu
Mengasap hingga ke bulan
Ning,
Jantungku berlarian
Hentakannya begitu kentara di
goyangan pipimu menyudutkan alisku
Ditambah anggur semanis senyummu
Aku terbelalak disaksikan bintang
Ning,
Sekian
Nampak indah terpatri dihidupku
Kediri, 1 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar