Sabtu, 12 Juli 2014

sebuah malam yang entah

Tiada abadi yang sepi,
sendirinya yang riuh, sebab angin telah mendesau memainkan peranannya sebagai dingin, pelipur saat kupergi ke rumah dan kutemui sakit hati. 

Malam semakin berapi-api, semangatnya yang memberi, hidup yang harapannya mengais setiap damai dan tak pernah mati di setiap kisah, di jejakmu yang bisu; takkan rela mendapatimu pergi. "Tidak ada menyerah", kataku meskipun ia telah tau, aku sudah dalam menjadi mimpi, sedang gula-gula; mencoba cair untuk hidup, menjadi alir yang sendunya manis seperti pandangmu yang madu. 

Sedang, kenyataan yang giginya taring siap mengoyak waktu menjadi bercecer, menjadi kenang. kulihat mereka berjalan mendekat dan segalanya jadi saksi. Berlari menjadi doa.


12 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar