Hangat, harapan yang sebentar lagi
tak hanya janji dan berhamburan memenuhi
ruang halusinasi.
Terbangnya pasti, membawa sebilah
bukti.
Berlindunglah dibalikku dari kejaran
yang lebih kekal, waktu.
Ia mimpi buruk bagimu pesolek.
Kubawakan segelas susu mocca, disitu
imajinasi kental dan manis.
Menetaskan yang hagat, agar tumbuh
besar di tubuhku biarpun malam saja.
Berdecak-decak riuh, angin mengelupas
dari kulit di sekujur yang dinginnya begitu kuasa.
Di dalam rasa,
Bermunajah setiap kisah
Adalah aku yang menjadi cerita.
Berselubung kasih, menancap dalam.
Pelukmu sejadinya abadi.
Malang, 19 Juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar