Kita duduk di sini setenang keabadian.
Bercengkrama dengan deru meninggalkan kota tua.
Dari besi tampak rel bersilang di sana
menderit damai
menyeret sunyi
nestapa dunia
Karena kami adalah waktu,
melihat kereta berlalu itu sudah.
"perlintasan kami kekal"
Je, 29 Agustus 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar