Selasa, 02 Desember 2014

Menatap Desember

Hujan turun terus menerus
membunuh seisi kota yang lemah
seperti diriku yang takluk, melihat matamu sembab bercampur angkasa

Air mata dan semesta
sebabnya tidak akan lupa ceritanya.
air mata tidak akan memerah senja
namun bening yang kupilih hingga menembus permata sang jingga

kasihku,
selebihnya telah gembelegar terisak tangis
dan debar jantung berpadu sunyi.

sore-sore yang hujan, 2 Desember 2014

2 komentar:

  1. sebabnya tidak akan lupa ceritanya
    "sebab tidak akan terlupa ceritanya"
    Saran sih, heheh ;)

    BalasHapus
  2. hehe, terima kasih :)
    terus aja dikasih saran )

    BalasHapus