Tuhan membuat suara-suara guntur yang galau
Kapan harus memberi aba-aba kepada
hujan untuk segera merayu
Menjadikan bidadari-bidaadari sibuk
bercerita saat aku tidur
Kerasnya menghunjamku
Meratapi tepian sepi
Siang belum selesai kini
Dibuai rimbunnya sinar mentari
Meninggi, tepat di bayangmu
Menari-nari
Terlalu terang untuk kutemui
Jalanku pun mulai rabun untuk mengantarku pulang
Beringsut kuambil langkah seribu
Meraba, mencari-cari
Benar atau salah adalah jawaban
Ketidak pastian telah menyita waktuku
Bahkan aku mulai dijauhi dunia siang
Sinarnya makin hina ketika harus menghadapku
Semakin menghitam, semakin rabun
Aku akan pulang,
Bangun, lalu mandi
dan melupa tentang kejadiaan saat
terbuai mimpi
12 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar